WELCOME TO MY WORLD



Sabtu, 29 Oktober 2011

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I - IODIN


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANORGANIK I


I.     JUDUL PERCOBAAN  : IODIN

II.   TUJUAN PERCOBAAN
-  Tujuan Umum            
   Mahasiswa memahami reaksi karakteristik iodin
- Tujuan Khusus         
   Dalam melakukan kegiatan laboratories, mahasiswa mampu ( a ) menjelaskan interaksi iodine terhadap berbagai kepolaran pelarut, ( b ) mengidentifikasi sifat redoks terhadap berbagai kation ( Fe3+, Cu2+, dan Hg2+ )

III.  MANFAAT
         1. Dapat memahami reaksi karakteristik iodin
         2. Dapat menjelaskan interaksi iodine terhadap berbagai kepolaran pelarut
         3. Dapat mengidentifikasi sifat redoks terhadap berbagai kation ( Fe3+, Cu2+, dan Hg2+ ).

IV.     TINJAUAN PUSTAKA
Iodin merupakan salah satu anggota halogen yang berupa padatan pada  temperatur kamar  hingga untuk keperluan percobaan mudah ditangani. Iodin mempunyai karakteristik antara lain sifat polaritas yang signifikan dalam golongannya hingga kelarutannya dalam pelarut dengan berbagai tingkat kepolaran dapat di identifikasi. Sifat lain yang sangat dramatik yaitu interaksinya dengan amilum menghasilkan warna biru dan ini merupakan indikator untuk membedakan dengan ionnya iodida ; dengan demikian sifat sebagai oksidator dalam sistem I2 – I- sangat informatif dalam proses redoks. Karakteristik lain yang berbeda dari golongannya yaitu kemampuannya membentuk senyawa komplek sebagai ion I3- ( I2 dalam I- ).
Iodin terdapat di air laut hanya sampai kadar 6.10-7 %, tetapi senyawa ini terkonsentrasi dalam spesies rumput laut tertentu, dimana abunya dapat dijadikan sebagai sumber iodin yang layak untuk diperjualbelikan. Iodin terkandung dalam hormon pengatur pertumbuhan tiroksin, yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kebanyakan garam dapur yang dijual mengandung 0,01 %. NaI tambahan untuk mencegah penyakit gondong, yaitu pembengkakan kelenjar tiroid. Perak iodida digunakan dalam film fotografik berkecepatan tinggi.

Sifat-sifat Iodin
Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam. Iod mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air.
Keelektronegatifan halogen (terkecuali iodin) yang lebih besar dari keelektronegatifan atom karbon berarti bahwa pasangan elektron dalam ikatan karbon-halogen akan tertarik ke ujung halogen, sehingga membuat halogen sedikit bermuatan negatif (-) dan atom karbon sedikit bermuatan positif (+) - kecuali untuk ikatan karbon-iodin.
Walaupun ikatan karbon-iodin tidak memiliki dipol permanen, ikatan ini sangat mudah dipolarisasi oleh apapun yang mendekatinya. Coba anda bayangkan sebuah ion negatif yang mendekati ikatan ini dari sisi yang berjauhan dengan ujung atom karbon.
Kegunaan
Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia pengobatan. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod, digunakan sebagai obat, dan sebagai larutan KI dan iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Kalium iodida juga digunakan dalam fotografi. Warna biru tua dengan larutan kanji merupakan karakteristik unsur bebas iod.

Kegunaan lain iodin adalah :
1.            Sebagai obat antiseptic
2.            mengidentifikasi amilum
3.            Kalium Iodat(KIO3)ditambahkan pada garam dapur
4.            Iodoform(CHI3)merupakan zat organic
5.            Perak Iodida(AgI)digunakan dalam film fotografi.

Iodin - sebuah elemen milik nonmetallic ke halogens; terutama digunakan dalam fotografi dan obat-obatan dan dyes; alami hanya terjadi dalam kombinasi dalam jumlah kecil (seperti dalam air laut atau rocks) atomic number 53 , I , iodine atomic number 53, I, yodium
unsur kimia, unsur - salah satu dari lebih dari 100 benda dikenal (dari 92 yang terjadi secara alami) yang tidak dapat dipisahkan menjadi zat lebih sederhana dan yang satu atau dalam kombinasi merupakan semua hal
 yodium-131 - berat isotop radioaktif dari yodium dengan setengah kehidupan 8 hari; digunakan dalam garam sodium thyroid untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit gondok
yodium-125 - cahaya isotop radioaktif dari yodium dengan setengah kehidupan 60 hari; digunakan sebagai pengusut thyroid dalam studi dan sebagai perawatan untuk Hyperthyroidism
halogen - salah satu dari lima elemen yang terkait nonmetallic (ftor atau atau khlor brom atau yodium atau astatine) yang mudah dan semua monovalent formulir negatif ions air mata, Garam, laut - berisi air garam; "air di laut adalah semua Garam"
Masalah gangguan akibat kekurangan Iodin (Iodine Deficiency Disorders)
IDD ialah singkatan Iodine Deficiency Disorders atau Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Iodin Iodin merupakan zat makanan yang diperlukan oleh badan untuk merangsang proses pembesaran, proses perkembangan saraf dan pembentukan sel-sel otak seseorang kanak-kanak Kekurangan Iodin dalam badan seseorang akan mengganggu proses pembesaran dan perkembangan saraf dan pembentukan sel-sel otak seseorang


Penggunaan larutan iodin hidroksida dan natrium hidroksida
Larutan iodin dimasukkan ke dalam sedikit aldehid atau keton, diikuti dengan larutan natrium hidroksida secukupnya untuk menghilangkan warna iodin. Jika tidak ada yang terjadi pada suhu biasa, mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran dengan sangat perlahan. Hasil positif ditunjukkan oleh adanya endapan kuning pucat-pasi dari triiodometana (yang dulunya disebut iodoform) - CHI3.
Selain dapat dikenali dari warnanya, triiodometana juga dapat dikenali dari aromanya yang mirip aroma "obat". Senyawa ini digunakan sebagai sebuah antiseptik pada berbagai plaster tempel, misalnya untuk luka-luka kecil.
Penggunaan larutan kalium iodida dan natrium klorat(I)
Natrium klorat(I) juga dikenal sebagai natrium hipoklorit. Larutan kalium iodida ditambahkan ke dalam sedikit aldehid atau keton, diikuti dengan larutan natrium klorat(I). Lagi-lagi, jika tidak ada endapan yang terbentuk pada suhu biasa, maka campuran mungkin perlu dipanaskan dengan sangat perlahan. Hasil positif ditunjukkan oleh endapan kuning pucat yang sama seperti sebelumnya.
Persamaan-persamaan untuk reaksi triiodometana (iodoform)
Untuk pembahasan ini, kita berasumsi bahwa pereaksi yang kita gunakan adalah larutan iodin dan natrium hidroksida. Tahap pertama melibatkan substitusi ketiga atom hidrogen dalam gugus metil dengan atom-atom iodin. Keberadaan ion-ion hidroksida cukup penting untuk berlangsungnya reaksi - ion-ion ini terlibat dalam mekanisme reaksi.


















V.         ALAT DAN BAHAN
a.       Tabung uji (reaksi)
b.      Kristal Iodin ( I2 )
c.       Larutan I2 dalam KI
d.      Diklorometana
e.       Air
f.       Larutan Cu(NO3)2  (0,1 M)
g.      Larutan KI  (1 M)
h.      Etanol  (95 %)
i.        Larutan Amilum / kanji
j.        Kloroform
k.      Larutan Fe(NO3)3  (0,1 M)
l.        HgCl2  (0,1 M)

VI.     PROSEDUR PERCOBAAN
         1.   Tambahkan air (~ 2 mL) kedalam tabung uji reaksi yang berisi sebuah kristal (kecil) iodine, kocok dan catat hasil amatan anda.
         2.   Tambahkan larutan KI, 1 M, (~2 mL) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi sebuah kristal (kecil) iodine, kocok dan catat hasil amatan anda.
         3.   Tambahkan etanol (~ 2 mL) kedalam tabung uji reaksi yang berisis sebuah kristal (kecil) iodine, kocok dan catat hasil amatan anda.
         4.   Tambahkan kloroform (~ 2 mL) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi sebuah kristal (kecil) iodine, kocok dan catat hasil amatan Anda.
         5.   Tambahkan diklorometana ( ~ 2 mL) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi sebuah kristal (kecil) iodine, kocok dan catat hasil amatan Anda.
         6.   Tambahkan diklorometana (~ 2 mL) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi larutan I2- ( I2 dalam I-) (~ 0,5 mL), kocok dan catat hasil Amatan Anda.
         7.   Tambahkan kloroform (~ 2 mL) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi larutan I2- ( I2 dalam I-) (~0,5 mL ), kocok dan catat hasil amatan Anda.
         8.   Ke dalam tabung uji reaksi yang berisi larutan I2- ( I2 dalam I- ) (~ 0,5 mL) tambahkan air (~ 2 mL) kemudian beberapa tetes larutan kanji (amilum) dan catat hasil amatan Anda.
         9.   Ke dalam tabung uji reaksi berisi larutan 0,1 M Fe(NO3)3 (~ 1 mL) tambahkan tetes demi tetes larutan KI (1 M) hingga ~ 5 tetes, catat hasil amatan Anda.
         10. Uji salah satu hasil reaksi kegiatan (9) diatas.
         11. Ke dalam tabung uji reaksi berisi larutan 0,1 M Cu(NO3)2 (~ 1 mL) tambahkan tetes demi tetes larutan KI ( 1 M ) hingga tidak lagi terjadi endapan (~ 5 tetes), catat hasil amatan Anda.
         12. Ke dalam tabung uji reaksi yang berisi larutan HgCl2 (0,1 M, ~ 1 mL) tambahkan tetes demi tetes larutan KI ( 1 M ) hingga endapan yang terjadi larutan kembali (>; mL), catat hasil amatan Anda.


VII.    HASIL PENGAMATAN
No.
Perlakuan
Amatan dan Simpulan
1
Kristal Iodin + 2 ml Air
Menghasilkan larutan berwarna coklat bening + dibawahnya ada kristal iodin yang mengendap (kristal melarut sedikit).
2
2 ml etanol + kristal Iodin
Menghasilkan warna larutan kuning kehitam – hitaman dan kristal Iodin hanya melarut sedikit dan endapan serbuk orange
3
2 ml KI + kristal Iodin
Menghasilkan larutan berwarna orange pekat kehitaman dan kristal melarut semua (tidak ada endapan)
4
2 ml CHCl3 + Kristal Iodin
Menghasilkan mula – mula  larutan berwarna pink muda, lalu lama kelamaan setelah bercampur larutannya berwarna ungu pink pekat dan ada sedikit endapan warna ungu pada dasar tabung
5
1 ml Fe(NO3)3 + KI
Menghasilkan larutan berwarna merah pekat dan Iodin melarut semua (tidak ada endapan)
6
1 ml Cu(NO2)3 + 5 tetes KI
Menghasilkan mula – mula larutan berubah warna orange coklat kemerahan dan lama – kelamaan ada endapan berwarna putih kecoklatan
7
1 ml HgCl2 + larutan KI
Menghasilkan mula – mula pertetes larutan berwarna orange kental, kemudian lebih dari 20 tetes berubah menjadi tidak berwarna.

VIII.       PERSAMAAN REAKSI
1)       H2O + I2(s)            
2)       KI(aq) + I2(s)              -->          K+ (aq) + I3-(aq)
3)       C2H5OH(aq) + I2(s)            -->          2C2H5I(aq) + I2(g) + H2O(l)
4)       2CHCl3(aq) + 3KI(aq)          -->       CHI3(aq) + 3Cl2
5)       Fe(NO3)3(aq) + 3KI(aq)      -->        3KNO3(aq) + FeI3(aq)
6)       Cu(NO3)3(aq) + KI(aq)      -->          KNO3(aq) + CuI(s)
7)      HgCl2(aq) + 2KI(aq)         -->      HgI2(aq) + 2KCl(aq)


IX.             PEMBAHASAN
Pada percobaan kami kali ini yaitu mengenai iodin. Sesuai dengan namanya, larutan utama yang dipakai adalah larutan iodin. Praktikum ini memiliki tujuan memahami reaksi karakteristik iodin. Selain itu juga bertujuan untuk (a). Menjelaskan interaksi iodin terhadap berbagai kepolaran pelarut, (b) mengidentifikasi sifat redoks terhadap berbagai kation (Fe3+, Cu2+, dan Hg2+).
                Percobaan yang kami lakukan adalah mengamati perubahan yang terjadi pada larutan iodin ketika dicampurkan dengan larutan lain. Iodin memiliki karakteristik antara lain sifat polaritas yang signifikan dalam golongannya hingga kelarutannya dalam pelarut dengan berbagai tingkat kepolaran dapat di identifikasi. Terlihat terjadi perbedaan  pada setiap campuran yang telah kami lakukan, antara lain perubahan warna, kekentalan larutan, terdapatnya endapan dan lain-lain. Dari percobaan ini dapat dilihat bagaimana interaksi iodin terhadap kepolaran pelarut dan sifat dari reaksi oksidasi iodin terhadap kation Fe3+, Cu2+ dan Hg2+.
Iodin merupakan salah satu anggota halogen yang berupa padatan pada temperatur kamar hingga untuk keperluan percobaan mudah ditangani. Pada kegiatan pertama, yaitu menambahkan 2 ml air/aquadest ke dalam sebuah tabung uji reaksi yang telah diisi dengan kristal iodin. Dari pencampuran tersebut, setelah dikocok menghasilkan larutan berwana coklat bening, terlihat bahwa sebagian iodin ternyata larut dalam air, tapi karena hanya sebagian kecil yang larut jadi disimpulkan bahwa iodin tidak larut dalam air.
Pada kegiatan kedua yaitu menambahkan 2 ml larutan KI ke dalam tabung reaksi yang berisi kristal iodin. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa warna  campuran tersebut menjadi berwarna merah dan larutan juga menjadi agak kental. Dengan adanya penambahan larutan KI ke dalam kristal iodida ini akan menyebabkan terbentuk larutan yang mengandung ion triodida (I3-).
Pada kegiatan yang ketiga yaitu menambahkan 2 ml etanol (C2H5OH) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi kristal iodin. Hasil pencampuran kedua senyawa tersebut menghasilkan larutan berwarna merah pekat dan larutan itu agak encer.
Pada kegiatan yang keempat yaitu menambahkan 2 ml kloroform (CHCl3) ke dalam tabung uji reaksi yang berisi kristal iodin. Dari hasil amatan, didapatkan larutan yang berwarna ungu pekat dimana iodin melarut dengan sempurna.
Pada kegiatan selanjutnya yaitu, menguji ion triiodida ke dalam kloroform. Ion triiodida ini (I3-), senyawa ini bisa dibuat dengan menambahakn larutan KI ke dalam kristal iodin, sehingga akan terbentuk larutan yang mengandung I3-. Pada saat ion triiodida ini ditambahakna dalam pelarut kloroform didapat larutan dengan membentuk tiga lapisan. Pada lapisan bagian atas dan bawah berwana ungu lebih pekat sedangkan pada lapisan tengah kurang pekat. Hal ini disebabkan karena iod akan memberikan warna merah tua pekat pada kloroform.
Pada percobaan selanjutnya yaitu ion triiodida ditambahkan ke dalam air + amilum, dari hasil pengamatan terlihat warna larutan tersebut menjadi merah tua pekat dan agak encer. Padahal seharusnya campuran tersebut berwarna biru tua sesuai dengan literatur yang menyatakan ”iodida mudah dioksidasi dalam larutan asam menjadi iod bebas degan sejumlah zat pengoksid; iod bebas ini lalu bisa diidentifikasi dari pewarnaan biru-tua yang dihasilkannya dengan larutan kanji.” (Vogel; 1985 : 352).
Pada percobaan selanjutnya yaitu tabung reaksi yang berisi HgCl2 ditambahkan larutan KI tetes demi tetes hingga endapan terjadi. Didapat warna larutan menjadi kuning. Padahal seharusnya terbentuk endapan merah merkuriun(II) iodide sesuai dengan literature yang menyatakan “endapan merah (scarlet) merkurium iodide  2I-  +  HgCl               HgI2    +    2Cl-   (perhatikan bahwa merkurium(II) klorida praktis tak terdisosiasi dalam larutan). Endapan melarut dalam kalium iodide berlebihan, membentuk suatu kompleks tetraiodomerkurat(II).” (Vogel; 1985 : 352).
Setelah semua percobaan dilakukan ternyata terdapat banyak kesalahan, karena hasil dari percobaan ada yang beda dengan literature. Kemungkinan hal ini terjadi karena kurang telitinya praktikan dalam melakukan percobaan, sehingga mempengaruhi hasil yang didapat.
  
X.                KESIMPULAN

1.                 Iodin dalam suhu kamar berupa padatan yang  berwarna hitam.
2.                 Iodin sedikit larut didalam air, tapi karena hanya sebagian kecil saja maka dianggap tidak larut.
3.                 Iodin berinteraksi dengan amilum menghasilkan warna biru dan ini untuk membedakan dengan ionnya iodida.
4.                 Iod mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu.
5.                 Iod hanya sedikit larut dalam air.


DAFTAR PUSTAKA

Sastro Hamidjojo, Hardjono.2005. Kimia Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Oxtoby Gillis Nachtrieb.2003. Prinsip-Prinsip Kimia Modern edisi Ke-4 jilid 2. Jakarta.: PT. Erlangga.
http://moodpro.tripod.com/infoubat/iodin.htm. Diakses 15 Mei 2009.13.35.wib.
Pudjaatmaka, A. Hadyana & L. Setiono. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif  Makro dan SemiMikro. Jakarta : PT. Kalman Media Pusaka. 
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/yodium/. Diakses 24 Mei 2009. 19.08.wib.

1 komentar:

  1. artikelnya bagus ...
    bantu buat referensi...
    makasi

    BalasHapus