WELCOME TO MY WORLD



Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

Keunggulan Acer Aspire S3 Ultrabook™ mengalahkan tablet PC!


Di era yang serba praktis ini kebanyak orang lebih memilih tablet dari pada notebook dengan alasan lebih praktis karena lebih ringan dah mudah dibawa kemana-mana. Berbeda jika dibandingkan dengan notebook yang kebanyakan mempunyai berat yang tidak seringan tablet tentunya. Selain itu tablet dipercaya lebih ringkas karena ukurannya yang kecil, namun tetap dilengkapi fitur khas sebuah Komputer dan HP sekaligus. Memiliki e-book reader yang mumpuni. Layar lebar, ukuran Portable dan bisa dibawa kemana-mana mampu menyulap perangkat ini menjadi buku digital. 
Namun, ada kelebihan tentunya ada juga kekurangan dari tablet PC tersebut.Tablet PC yang compact secara fungsi belum bisa menggantikan fungsi laptop/notebook yang acapkali disebut sebagai mobile office karena sebagian besar dari produktivitas kerja berada di dalam perangkat ini.selain itu ruang Penyimpanan pada tablet sangatlah terbatas. Kalaupun ada slot tambahan hanya untuk kartu memory MicroSD yang besarnya maksimum di angka  32GB saja. Sedangkan notebook mempunyai kapasitas penyimpanan 320 hingga 500 GB.
berikut ini tabel perbandingan antara notebook dan tablet PC:
Perbandingan
Tablet PC
notebook
Berat
Ringan
Berat
Kapasitas penyimpanan
Terbatas
Lebih Banyak
Fitur
Kurang lengkap
Lebih lengkap
Harga
Rp. 1.500.000 s/d Rp. 8.000.000
Rp. 3.000.000 s/d Rp. 30.000.000
Suplai daya (baterai)
Lebih boros
Lebih tahan lama

Dari tabel perbedaan di atas , kita dapat lihat bahwa tablet PC mempunyai beberapa kerurangan bila dibandingkan dengan notebook. Meskipun bila dilihat dari segi berat, jelas tablet PC lebih ringan daripada notebook dan juga harga notebook yang lebih mahal dibanding tablet PC.
Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah lagi. Karena sejak bulan oktober tahun 2011 lalu, acer telah memperkenalkan jenis notebook terbarunya yaitu Acer Aspire S3 Ultrabook™.
Disini saya akan memberikan sedikit informasi tentang Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik.
Bagi teman-teman yang tidak tahu, apa sih itu ultrabook?
Ultrabook merupakan notebook yang sangat tipis!
Kalo dulu, notebook itu mempunyai berat sekitar 2-6 kg maka ultrabook ini bisa mempunyai berat lebih ringan dari itu.
Misalnya saja notebook Acer Aspire S3 Ultrabook™ (1st Ultrabook in Indonesia) yang hanya memiliki berat  1,35 Kg saja.
Selain itu, Acer Aspire S3 Ultrabook™ diperkuat oleh prosesor generasi kedua Intel® Core™ i5 – nyata terasa responsivitasnya dan tetap stylish. Dengan Intel® Turbo Boost Technology yang mengadopsi performa sesuai kebutuhan dan kemampuan visual mengagumkan, Acer Aspire S3 Ultrabook™ juga ultra tipis dan menyala ultra cepat.
Berikut adalah spesifikasi dari Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik.
Acer Aspire S3 Ultrabook™
Prosesor
2nd-generation Core i3, i5, i7 ultra-low voltage CPU
Layar
13” HD
Tebal
13 mm (dari sisi tertipis)
Berat
1,35 Kg
Kapasitas memori hardisk
320 / 500 GB
Camera
1,3 Megapixel
Slot memori
2 in 1 SD card
Bluetooth
4.0
ketahanan baterai
hingga 50 hari (dalam keadaan Sleep dan Deep Sleep)
WebCam
Integrated Acer Crystal Eye 1.3MP camera and microphone
audio
Dolby Home Theater v4, combo audio jack
OS
Windows 7 Home Premium

Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik ini dilengkapi dengan 320/500 GB HDD dan merupakan pilihan HDD yang cukup untuk menampung berbagai dokumen dan file multimedia.kemudian untuk menunjang produktivitas dari Acer Aspire S3 ini dilengkapi juga dengan  2nd generation Intel® Core™ processor (full range options) dengan Intel® HD Graphics 3000.Juga Dolby® Home Theater® v4 & Integrated Acer Crystal Eye 1.3  MP Camera untuk keperluan multimedia. Serta untuk kemudahan pertukaran data, Acer Aspire S3 ini dilengkapi juga dengan  2-in-1 card reader yang men-support SD™ Cards and MultiMediaCard™ dan juga Bluetooth 4.0 .

Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik
Selain itu Acer Aspire S3 Ultrabook™ ini juga mempunyai Fitur-fitur yang semakin membuatnya unggul daripada notebook lain:
Acer Green Instant On
resume dari keadaan Sleep hanya dalam 2 detik dan Deep Sleep dalam 6 detik. Dapat segera dioperasikan namun tetap awet baterai.
Acer Instant Connect
Dapat mencari jaringan WiFi dalam 2,5 detik, 4 kali lebih cepat dari notebook konvensional.
Cool Airflow & Aluminum/Mg-Al alloy frame
frame memiliki durabilitas seperti baja namun ringan seperti plastik ABS, dilengkapi dengan desain airflow terbaru untuk efisiensi suhu.
Long Battery Life
dapat digunakan 6-7 jam berturut-turut atau hingga 50 hari dengan Acer Green Instant On.
HDMI® with HDCP support
transfer video 1080p HD video ke monitor, proyektor dan TV via kabel HDMI.

Harga yang ditawarkan oleh notebook Acer Aspire S3 Ultrabook™ ini yaitu sekitar Rp.7.500.000. 
Mengingat fiturnya yang lebih lengkap juga desainnya yang apik dan praktis, Menurut saya harga notebook Acer Aspire S3 Ultrabook™ ini tidak begitu mahal bahkan terlihat lebih murah bila boleh  dibandingkan dengan harga tablet yang fiturnya belum lengkap, contohnya saja pada jenis tablet Apple iPad 2 yang harganya mencapai Rp.7.800.000 yang belum mempunyai fitur office nya.

Jadi, JANGAN RAGU LAGI ambil keputusan!
Mau tablet yang praktis TAPI fiturnya yang tidak lengkap, atau pilih Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik yang tidak kalah praktis dan mempunyai fitur yang lebih lengkap?
Jujur kalau saya sih lebih memilih Acer Aspire S3 Ultrabook™meskipun harga notebook ini sedikit lebih mahal dari harga notebook pada umumnya , tapi layak jika dilihat dari berbagai kelebihannya. Selain fiturnya lengkap juga karena bentuknya yang tipis sehingga lebih mudah dibawa kemana-mana dan tidak kalah praktis jika dibandingkan dengan tablet PC. 
Tapi, bagaimana dengan kalian..?  ^.^




sumber: http://www.acerid.com

Kategori : Teknis/Informasi

Minggu, 18 Desember 2011

pengemasan makanan-macam-macam dan cara pengemasan


Macam-macam pengemasan:
Kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain:
1. Frekuensi Pemakaian
Ø  Kemasan Sekali Pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.
Ø  Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali (Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
Ø  Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.

2. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan letak atau kedudukan suatu bahan kemas di dalam system kemasan keseluruhan dapat dibedakan atas :
Ø  Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
Ø  Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.
Ø  Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.


3. Sifat Kekakuan Bahan Kemas
Ø  Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil.
Ø  Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.
Ø  Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta.

4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan
Ø  Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas.
Ø  Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi.
Ø  Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.

5. Tingkat Kesiapan pakai
Ø  Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
Ø  Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.



Macam-macam Bahan kemasan:

a.       Kain Blacu
·         Digunakan untuk mengemas bahan pangan tepung, seperti tepung terigu atau tepung tapioka. Dibuat dalam bentuk kantung-kantung yang berkapasitas 10 – 50 kg.
·         Kelebihannya adalah tidak mudah sobek/ kuat kainnya, flesibel, mudah dicetak dan murah harganya.
·         Kelemahannya : memiliki permiabilitas udara yang jelek dan tidak kedap air.
b.      Kertas
·         Kertas “greaseproof” : dapat digunakan sebagai pengemas utama mentega, margarin, daging, kopi, dan gula-gula. Mirip kertas karton namun memiliki kekedapan terhadap perembesan lemak.
·         Kertas “glassine” : dibuat 80% dari kertas greaseproof namun memiliki ketahanan terhadap udara dan lemak yang kuat, permukaanya halus, serta mengkilat. Sering digunakan untuk mengemas roti yang berkadar lemak tinggi.
·         Kertas “kraft” : kertas yang dibuat dari bubur sulfat dan kayu kraft (yang berasal dari Swedia dan Jerman). Memiliki sifat yang lebih kuat dari kertas Glassine, sehingga bahan pangan yang dibungkus dengan kertas ini akan tetap kering lebih-lebih bila permukaannya dilem dengan resin. Kertas ini biasanya digunakan untuk mengemas keju di Negara-negara eropa.
c.       Gelas
·         Terbuat dari campuran pasir C2O, soda abu, dan alumina.
·         Bersifat inert (tidak bereaksi dengan bahan pangan)
·         Kuat (tahan terhadap kerusakan akibat pengaruh waktu)
·         Transparan (bentuk dan warna bahan pangan dapat dilihat).
·         Kelemahannya adalah mudah pecah, tidak dapat digunakan untuk bahan pangan yang peka terhadap sinar.
·         Agar tidak mudah pecah sebaiknya bagian permukaan gelas dilapisi dengan lilin (wax) dan silika yang halus.
d.      Metal / Logam
·         Bahan yang sering dipakai : Kaleng (tin plate) dan almunium.
·         Tin plate adalah wadah yang terbuat dari baja yang dilapisi timah putih yang tipis, bagian dalamnya juga dilapisi dengan lapisan email.
·         Lapisan email tersusun atas senyawa oleoresin, fenolik, vinil, dan lilin. Fungsi email adalah untuk mencegah korosi dan mencegah kontak antara metal dengan bahan pangan. Misal email fenolik digunakan untuk melapisi kaleng pengemas bahan ikan dan daging.
e.       Aluminium
·         Aluminium memiliki keuntungan sebagai bahan pengemas, yaitu memiliki berat yang lebih ringan dibanding baja.
·         Aluminium juga mudah dibentuk sesuai keinginan.
·         Aluminium lebih tahan korosi karena bisa membentuk aluminium oksida.
·         Kelemahan aluminium adalah mudah berlubang dibanding baja dan lebih sukar disolder sehingga sambungan kemasan tidak benar-benar rapat.
f.       Plastik
Penggunaan plastik dalam pengemasan sebenarnya sangat terbatas tergantung dari jenis makanannya. elemahan plastik adalah tidak tahan panas, tidak hermetis (plastik masih bisa ditembus udara melalui pori-pori plastik), dan mudah terjadi pengembunan uap air didalam kemasan ketika suhu turun.
Jenis plastik yang digunakan dalam pengemasan antara lain : polietilen, cellophan, polivinilklorida (PVC), polivinil dienaklorida (PVDC), polipropilen, poliester, poliamida, dan polietilentereptalat (PET).
·         Polietilen : adalah jenis plastik yang harganya paling murah dan memiliki beberapa varian antara lain : Low Density Polyetilene (LDPE), High Density Polyetilene (HDPE), dan Polietelentereptalat (PET). Polietilen memiliki sifat kuat bergantung variannya, transparan, dan dapat direkatkan dengan panas sehingga mudah dibuat kantong plastik.
·         Cellophan : sebenarnya terbuat dari serat selulosa yang disulfatasi. Cellophan dapat dipergunakan untuk membungkus sayuran, daging, dan beberapa jenis roti. Cellophan yang dilapisi nitroselulosa mempunyai sifat yang tahan terhadap uap air, fleksibel, dan mudah direkatkan dengan pemanasan. Cellophan yang dilapisi PVDC tahan terhadap uap air dan kedap oksigen sehingga baik untuk mengemas makanan yang mengandung minyak atau lemak.
·         Polivinilklorida (PVC) : jenis plastik yang kuat, namun memiliki kelemahan yaitu dapat berkerut (Shrinkable) dan sering digunakan untuk mengemas daging atau keju.
·         Polivinildienaklorida (PVDC) : jenis plastik yang kuat, tahan terhadap uap air dan transmisi udara. Sering dugunakan dalam pengemasan keju dan buah-buahan yang dikeringkan.
g.      Edible film
Edible film adalah bahan pengemas organik yang dapat dimakan sekaligus dengan bahan pangan yang dikemasnya, biasa terbuat dari senyawa polisakarida dan turunan lemak. ahan yang digunakan antara lain polisakarida yang berasal dari rumput laut (agarose, karaginan, dan alginat), polisakarida pati, amilosa film, gelatin, gum arabik, dan turunan monogliserida. Contoh pengemasan edible film adalah pada sosis, permen, kapsul minyak ikan, sari buah dan lain-lain.


h.      Karton
Karton sebenarnya merupakan bagian dari kertas namun lebih sering berfungsi sebagai wadah luar atau sebagai penyokong wadah utama dalam pengemasan bahan pangan agar lebih kuat, dan rigid. arton memiliki kelebihan antara lain elastisitas lebih baik dibanding kayu, dapat dicetak pada permukaannya, dapat dikerjakan secara masinal, pemakaiannya mudah, dan dapat dilipat sehingga tidak memerlukan ruang luas.

Bahan Pengemas Tradisional:

a. Daun
Digunakan secara luas, bersifat aman dan bio-degradable, yang biasanya berupa daun pisang, daun jati, daun bambu, daun jagung dan daun palem. Lebih aman digunakan dalam proses pemanasan dibanding plastik.
b.   Gerabah

Digunakan sejak zaman dahulu, aman bagi bahan pangan asal tidak mengandung timbal. Gerabah yang diglasir bersifat kedap air, kedap udara, mampu menghambat mikrobia, dan bersifat dingin sehingga cocok untuk mengemas bahan pangan seperti saus, madu, anggur, minyak, curd/dadih dll.


Cara Pengemasan :
  • Secara manual, dengan menggunakan tangan tanpa bantuan alat/mesin. Contohnya : membungkus tempe dengan daun atau plastik, kembang gula, membungkus teh dalam kemasan kertas, dan sebagainya.
  • Semi mekanik, menggunakan tangan dengan dibantu peralatan tertentu, misalnya menutup botol kecap/minuman, penggunaan heat sealer untuk merekatkan plastik.
  • Mekanis, dengan mesin kemas yang digerakkan oleh tenaga listrik/motor berkecepatan tinggi. Umumnya proses pengemasan bersamaan dengan proses pengisian bahan dalam satu unit mesin seperti pengisian botol minuman ringan, obat-obatan, dan sebagainya.

Sumber: